Dosis Pupuk Urea Pada Tanaman Kangkung

Dosis Pupuk Urea Pada Tanaman Kangkung

Kangkung merupakan tanaman nan tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 23 – 25 periode pasca- tanam. Berudu yang dikenal dengan nama Latin Ipomoea reptans terdiri bermula 2 (dua) variasi, yaitu Bangkong Darat nan disebut Katak Cina dan Kangkung Air nan bertaruk secara alami di sawah, paya atau parit-parit.

1. Pengolahan Lahan

            Pengolahan tanah pertama, tanah dicangkul ataupun dibajak dengan kedalaman 20 – 30 cm dan dibiarkan selama 7 – 10 hari.

2. Pembentukan Bedengan

            Setelah pengolahan tanah mula-mula dilanjutkan perebusan tanah kedua yang sekaligus dihaluskan dan diratakan, kemudian ditaburkan rabuk kandang dan NPK. Pembentukan bedengan lakukan tumbuhan bangkong dapat dilakukan dengan ukuran lebar 4 m, panjang 30m, janjang bedengan 15-20 cm dan jarak antar bedengan 40 – 50 cm dengan membuat comberan. Ukuran tersebut boleh disesuaikan, tersangkut keadaan lahan nan cawis. Bedengan dibuat untuk kelancaran pembayaran dan pembuangan air nan berlebih serta untuk memudahkan pemeliharaan dan kegiatan lain. Bedengan ukuran diatas adalah yang demap dilakukan petani.

3. Perabukan

            Pemupukan bagi tanaman kecebong terdiri dari baja dasar yaitu pupuk kandang dan NPK, yang diberikan seminggu sebelum tanam (setelah selesai pembuatan bedengan). Cendawan urea diberikan umur 14 – 15 musim maupun 2 ahad setelah tanam. Pemberian pupuk urea dicampur dengan air kemudian disiram pada asal tanaman dengan ember penyiram, dilakukan lega sore hari.

4. Lain-tak

            Seharusnya tumbuhan katak dapat berproduksi secara memuaskan, perlu dilakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kacang cina, kedelai hijau, kacang buncis, kacang botor atau ketimun. Namun yang selalu dilakukan petani yaitu setelah berudu ditanam bayam ataupun sawi, kemudian bayam maupun sawi lagi, lalu kemudian ditanam lagi bongkok dan penanaman kecebong rotasi keempat ini enggak diberi rabuk, dan ini ialah keuntungan bakal petani.

Baca :   Kerajinan Dari Sabun Berbentuk Bunga

5. Teknik Penanaman

5.1. Penentuan Pola Tanam

            Penentuan pola tanam dapat disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanami. Apabila bedengan dibuat dengan dimensi 4 x 30m, maka bila jarak tanamnya ditentukan 10×10 cm, maka dalam satu bedengan terdapat sebanyak 12 mili korok maupun 15 mili rumpun kangkung.

5.2. Pembuatan Liang Tanam

            Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan prinsip ditugal, nan berjarak 10×10 cm, sedalam ± 5 cm. Setiap lobang didisi 3 – 4 skor, kemudian lobang ditutup dengan cara disapu, lewat disiram. Sesudah 3 tahun siap ditanam semen akan bertaruk.

5.3. Cara Penanaman

            Reboisasi kangkung darat dilakukan pada sore waktu ialah jam 16.00 sampai 18.00. Hal ini bertujuan agar benih setelah ditanam tidak langsung mujur udara gersang sehingga mani cepat berkecambah.

6. Pemeliharaan Tanaman

6.1. Penyiangan

            Penyiangan dilakukan bila terdapat jukut ilegal (tanaman pengganggu). Penyiangan dilakukan setiap 2 pekan.

6.2. Pemupukan

            Pemupukan dilakukan dengan memperalat pupuk urea. Pupuk urea diberikan doang sekali dengan kaidah dilarutkan dalam air lalu disiram lega pokok kayu kangkung. Perlu diperhatikan agar pada waktu menebar pupuk jangan sampai ada butiran pupuk yang tersangkut maupun menempel pada patera, sebab akan menyebabkan daun menjadi layu. Bagi itu setelah dipupuk harus disiram.

6.3. Pengairan dan Penyiraman

            Sejauh tidak ada hujan abu, perlu dilakukan penyiraman. Penyiraman gunanya bikin mencegah pohon bongkok terhadap kekeringan. Pendirusan dilakukan dua barangkali sehari yaitu pagi (jam 07.00) dan sore (jam 17.00). Penyiraman dilakukan dengan gembor penyiram. Tanaman kangkung membutuhkan banyak air dalam pertumbuhannya.

7. Hama dan Masalah

7.1. Hama

            Wereng yang banyak menyerang pokok kayu kangkung umumnya relatif tidak ganas, antara lain: belalang dan ulat daun. Pengendalian: bagi mencegah terjadi oper populasi, semprotkan Sevin atau sejenisnya. Buat memberantas ulat patera ini digunakan Insektisida Diazinon 60 EC, dengan dosis sebesar 2 cc saban liter air dan disemprotkan sreg tumbuhan. Pada hari memberantas hama, sebaiknya lahan dikeringkan terlebih dahulu selama 4-5 tahun. Kemudian diairi kembali.

Baca :   Nutrisi Untuk Tanaman Cabe Rawit

7.2. Ki aib

Tanaman kangkung tahan terhadap penyakit dan hanya memerlukan adv minim perlindungan.

            Masalah jamur yang protokoler menyerang pohon kangkung yakni karat putih (Albugo Ipomoea panduratae). Masalah ini peka terhadap Dithane M-45 atau Benlate, tetapi bila benih diperlakukan dengan penyiraman dan higiene rata-rata baik, penyakit tidak menjadi masalah. Serangga pemakan patera dikendalikan dengan penyemburan strategis senyawa organofosfat jauh sebelum pemanenan.

8. Panen

8.1. Ciri dan Umur Panen

            Panen pertama sudah bisa dilakukan plong waktu ke 23 – 25 setelah tanam. Detik ini kangkung sudah tumbuh dengan strata buntang tebak-taksir 20-25 cm lebih. Ada kembali yang mulai memangkas setelah berusia 1,5 wulan berbunga momen reboisasi.

8.2. Cara Penuaian

            Masa panen dilakukan puas sore masa, pemungutan hasil kangkung darat dilakukan dengan kaidah mencabutnya sampai akar, kemudian dicuci dalam air. Pengetaman kodok darat dilakukan pada umur 23 – 25 perian. Selama panen, lahan penanaman harus tetap basah tapi tidak berair (lembab).

Dosis Pupuk Urea Pada Tanaman Kangkung

Source: http://www.cybex.pertanian.go.id/artikel/89409/budidaya-tanaman-kangkung/

Check Also

Menghilangkan Hama Semut Pada Tanaman Cabe

Menghilangkan Hama Semut Pada Tanaman Cabe Tips Matikan HAMA SEMUT TANAMAN Merica Semut merupakan riuk …